PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
Judul: Meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di
kls XI.IPS.I SMA 1 Kopo dengan media Video
NAMA : ASEP HENDRIANA S
NIRM : 4322310030006
PRODI : PENDIDIKAN SEJARAH
SMSTR : VI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) SETIA BUDHI RANGKASBITUNG TAHUN PELAJARAN
2012/2013
A.
Judul
Meningkatkan minat
belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kls XI.IPS.I SMA 1 Kopo dengan
media Video
B. Latar Belakang Masalah
Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap untuk
memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan (Slameto, 1995).
Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas dan memperhatikan itu secara
konsisten dengan rasa senang.
Definisi minat Belajar
Siswa menurut para Ahli :
Menurut
Kartono (1995), minat merupakan moment-moment dari kecenderungan jiwa yang
terarah secara intensif kepada suatu obyek yang dianggap paling efektif
(perasaan, emosional) yang didalamnya terdapat elemen-elemen efektif (emosi)
yang kuat.
Minat
juga berkaitan dengan kepribadian. Jadi pada minat terdapat unsur-unsur
pengenalan (kognitif), emosi (afektif), dan kemampuan (konatif) untuk mencapai
suatu objek, seseorang suatu soal atau suatu situasi yang bersangkutan dengan
diri pribadi (Buchori, 1985)
Sejarah
merupakan Ilmu pengetahuan yang mempelajari segala
peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan
umat manusia.
Sejarah mempunyai
sifat yang khas dibanding ilmu yang lain,yaitu:
1) Adanya masa lalu yang berdasarkan urutan waktu atau
kronologis.
2) Peristiwa sejarah menyangkut tiga dimensi
waktu yaitu masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang
3) Ada hubungan sebab akibat atau kausalitas dari
peristiwa tersebut
4) Kebenaran dari peristiwa sejarah bersifat sementara
(merupakan hipotesis) yang akan gugur apabila ditemukan data pembuktian yang
baru.
Sejarah
merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan
perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek
kehidupannya yang terjadi di masa lampau.
Menurut
Hardjana (1994), minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap
sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau
keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat
tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan
dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono, 1994).
Minat
dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam
suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk
belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha,
pengajaran atau pengalaman (Hardjana, 1994).
Menurut
Gie (1998), minat berarti sibuk, tertarik, atau terlihat sepenuhnya dengan
sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian,
minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan segenap
kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan
mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dituntutnya di sekolah.
Minat
besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap
biologi akan mempelajari biologi dengan sungguh-sungguh seperti
rajin belajar, merasa senang mengikuti penyajian pelajaran biologi, dan bahkan
dapat menemukan kesulitan–kesulitan dalam belajar menyelesaikan soal-soal latihan
dan praktikum karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari
biologi. Siswa akan mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya. Minat
berhubungan erat dengan motivasi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan,
begitu juga minat, sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. Proses
belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu
membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah siswa mengerti
(Hasnawiyah, 1994).
Kondisi
kejiwaan sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Itu berarti bahwa
minat sebagai suatu aspek kejiwaan melahirkan daya tarik tersendiri untuk
memperhatikan suatu obyek tertentu.
Berdasarkan
hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa kurangnya minat belajar dapat
mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu, bahkan
dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru (Slameto, 1995).
Minat
merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih sukses dalam studi.
Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari
kegagalan studi para pelajar menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan
minat (Gie, 1998).
Menurut Gie (1998), arti
penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah
- Minat melahirkan perhatian yang serta merta.
- Minat memudahnya terciptanya konsentrasi.
- Minat mencegah gangguan dari luar
- Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan.
- Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri.
Minat
melahirkan perhatian spontan yang memungkinkan terciptanya konsentrasi untuk
waktu yang lama dengan demikian, minat merupakan landasan bagi konsentrasi.
Minat bersifat sangat pribadi, orang lain tidak bisa menumbuhkannya dalam diri
siswa, tidak dapat memelihara dan mengembangkan minat itu, serta tidak mungkin
berminat terhadap sesuatu hal sebagai wakil dari masing-masing siswa (Gie,
1995).
Minat
dan perhatian dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. Seseorang yang
menaruh minat pada mata pelajaran tertentu, biasanya cenderung untuk memperhatikan
mata pelajaran tersebut. Sebaliknya, bila seseorang menaruh perhatian secara
kontinyu baik secara sadar maupun tidak pada objek tertentu, biasanya dapat
membangkitkan minat pada objek tersebut.
Kalau
seorang siswa mempunyai minat pada pelajaran tertentu dia akan
memperhatikannya. Namun sebaliknya jika siswa tidak berminat, maka perhatian
pada mata pelajaran yang sedang diajarkan biasanya dia malas untuk
mengerjakannya. Demikian juga dengan siswa yang tidak menaruh perhatian yang
pada mata pelajaran yang diajarkan, maka sukarlah diharapkan siswa tersebut
dapat belajar dengan baik. Hal ini tentu mempengaruhi hasil belajarnya
(Kartono, 1995).
Suatu
minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa
lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan
melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap
subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap
subjek tersebut.
Minat
tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu
dipelajari sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu
dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan
minat baru. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong
belajar selanjutnya walaupun minat terhadap sesuatu hal tidak merupakan hal
yang hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut.
Mengembangkan
minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana
hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya
sendiri sebagai individu. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana
pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya, melayani
tujuan-tujuannya, memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Bila siswa menyadari bahwa
belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya
penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan
membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar siswa akan berminat dan
bermotivasi untuk mempelajarinya.
Dengan
demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi
terhadap peningkatan minat belajar siswa, utamanya dengan yang berkaitan dengan
bidang studi biologi. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan,
melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. Karena
itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya.
Minat belajar dapat
diingatkan melalui latihan konsentrasi. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa
untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. Dapat dikatakan bahwa
konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek, demikian
pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam
proses belajar mengajar di sekolah. Kondisi tersebut amat penting sehingga
konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi
terhadap objek yang sedang dipelajari.
Minat
sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang
sifatnya dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Dilihat dari dalam
diri siswa, minat dipengaruhi oleh cita-cita, kepuasan, kebutuhan, bakat dan
kebiasaan. Sedangkan bila dilihat dari faktor luarnya minat sifatnya tidak
menetap melainkan dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Faktor luar
tersebut dapat berupa kelengkapan sarana dan prasarana, pergaulan dengan orang
tua dan persepsi masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial
budaya (Slameto, 1995).
Menurut
Slameto (1995), faktor-faktor yang berpengaruh di atas dapat diatasi oleh guru
di sekolah dengan cara:
- Penyajian materi yang dirancang secara sistematis, lebih praktis dan penyajiannya lebih berserni.
- Memberikan rangsangan kepada siswa agar menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang studi yang sedang diajarkan.
- Mengembangkan kebiasaan yang teratur
- Meningkatkan kondisi fisik siswa.
- Memepertahankan cita-cita dan aspirasi siswa.
- Menyediakan sarana oenunjang yang memadai
Minat belajar
membentuk sikap akademik tertentu yang bersifat sangat pribadi pada setiap
siswa. Oleh karena itu, minat belajar harus ditumbuhkan sendiri oleh
masing-masing siswa. Pihak lainnya hanya memperkuat dan menumbuhkan minat atau
untuk memelihara minat yang telah dimiliki seseorang (Loekmono, 1994).
Minat
berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. Oleh karena itu, merenungkan nilai-nilai
dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. Misalnya
belajar agar lulus ujian, menjadi juara, ahli dalam salah satu ilmu, memenuhi
rasa ingin tahu mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. Dengan demikian
minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang muluk-muluk.
Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan menumbuhkan konsentrasi atau
kesungguhan dalam belajar (Sudarmono, 1994)
Loekmono
(1994), mengemukakan 5 butir motif yang penting yang dapat dijadikan alasan
untuk mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang siswa yiatu :
- Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran.
- Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi.
- Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
- Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua, guru atau teman-teman.
- Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam suatu bidang khusus tertentu.
Beberapa langkah untuk
menimbulkan minat belajar menurut (Sudarnono, 1994), yaitu :
- Mengarahkan perhatian pada tujuan yang hendak dicapai.
- Mengenai unsur-unsur permainan dalam aktivitas belajar.
- Merencanakan aktivitas belajar dan mengikuti rencana itu.
- Pastikan tujuan belajar saat itu misalnya; menyelesaikan PR atau laporan.
- Dapatkan kepuasan setelah menyelesaikan jadwal belajar.
- Bersikaplah positif di dalam menghadapi kegiatan belajar.
- Melatih kebebasan emosi selama belajar.
Sampai sekarang
pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat
fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber
utama pengetahuan, Media pembelajaran merupakan bagian penting dalam suatu
proses pembelajaran. Dengan media pembelajaran yang inovatif, kreatif dan
menyenangkan pasti akan mampu menumbuhkan minat belajar siswa. Sebaliknya jika
media yang dipakai dalam suatu proses pembelajaran kurang menarik pasti siswa
akan merasa jenuh, bosan, dan tidak bersemangat dalam mengikuti proses
pembelajaran. Guru sebagai ujung tombak dalam suatu proses pembelajaran
dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui
media pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif.
C.
Rumusan
Masalah
Apakah
media pembelajaran Video dapat meningkatkan minat belajar Sejarah bagi siswa ?
D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) ini adalah agar siswa meningkatkan minatnya dalam belajar Sejarah;
sehingga siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap yang
positif.
E. Manfaat Penelitian
Siswa :
Siswa termotivasi sehingga senang belajar Sejarah dan dapat memperoleh
pengalaman
belajar.
Guru : Dapat menambah wawasan tentang Media pembelajaran
Sekolah : Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
Pengembangan Kurikulum : Merupakan upaya
penyempurnaan Kurikulum

0 Response to "PTK DENGAN MEDIA VIDEO"
Post a Comment